Cari Blog Ini

Halaman

Minggu, 25 Januari 2026

Komplek Candi Arjuna dan Carica: Sehari dengan Sejarah dan Rasa Segar Dieng

 



Kawasan Candi Arjuna dan Carica Dieng
Perjalanan saya ke Kompleks Candi Arjuna Dieng bersama istri saya dan anak nomor dua terasa seperti melangkah ke dunia lain. Begitu kami tiba, udara dingin dataran tinggi langsung menyambut kami, dan kabut tipis bergulir di antara bangunan candi, membuat suasana aneh yang membuat kita merasa seperti berada di masa lalu.

Candi di Puncak Awan
Komplik Candi Arjuna adalah situs candi Hindu tertua di Jawa yang masih ada hingga hari ini. Lokasinya berada di dataran tinggi Dieng, yang juga dikenal sebagai Negeri Atas Awan. Jadi, selain memiliki nilai sejarah, tempat ini menawarkan suasana pegunungan yang khas dengan rumput hijau, udara sejuk, dan latar bukit yang cukup bagus untuk thumbnail YouTube. Ada beberapa candi di dalam kompleks, termasuk Candi Arjuna sebagai pusat, serta Candi Puntadewa, Sembadra, Semar, dan Sitihinggil. Meskipun tidak tinggi, strukturnya kuat. Terlihat sederhana tapi sudah lama, seperti kakek-kakek berwibawa yang tidak banyak berbicara tetapi tetap tenang.

Jumlah Wisatawan
Sangat ramai saat kami tiba. Banyak rombongan keluarga, komunitas motor, dan pasangan muda mengambil foto sambil memegang jaket seolah-olah Dieng adalah -10 derajat. Untuk kami bertiga, menunggu foto bukan masalah terbesar. Tempat yang kami anggap bagus seringkali sudah dimiliki oleh pemiliknya. Oleh karena itu, taktik menunggu dengan santai sambil berpura-pura melihat sisa-sisa sejarah cukup efektif. Antrian di candi ini mirip dengan antrian ATM; mereka tidak lama, tetapi sabar bisa membuat emosi.

Anak saya beberapa kali membuka jalur, bersemangat menemukan frame terbaik sembari mengingatkan kami bahwa matahari akan berubah mood jika tidak mengambil foto cepat.

Sejarah yang Memupuk Imajinasi
Kerajaan Mataram Kuno membangun Candi Arjuna dan kawanannya (Semar, Srikandi, Puntadewa, dan Sembrada) sekitar abad ke-8. Sebagian orang percaya bahwa nama "Dieng" berasal dari kata "Di Hyang", yang berarti "tempat para dewa". Berdiri di depan candi mengingatkan saya pada para pendeta yang melakukan upacara di tengah kabut pegunungan. Pada zaman Mataram Kuno, candi-candi ini digunakan sebagai tempat ritual Hindu. Fungsinya sekarang adalah menggabungkan situs sejarah dan tempat wisata, dan tiap akhir pekan berfungsi sebagai lokasi dokumentasi sosial media.

Fakta Menarik yang Kami Temukan
Foto keluarga kami tampak luar biasa karena kabut pagi menyelimuti candi.
Anak saya sangat senang melihat bentuk candi yang sederhana dan ramping, yang berbeda dengan Borobudur atau Prambanan. Ada lapangan besar di sekitar kompleks di mana orang dapat bersantai dan menikmati udara sejuk. Kami juga mendengar tentang tradisi unik masyarakat Dieng yang disebut Ruwatan Rambut Gimbal.
Rekomendasi untuk Wisatawan

Jika Anda datang di pagi hari, Anda dapat menikmati kabut dan ketenangan sebelum ramainya pengunjung.
Suhu dapat turun hingga 10 derajat Celcius, jadi bawa jaket tebal.
Luangkan waktu untuk melihat candi lain di sekitar Arjuna.
Kombinasikan perjalanan dengan pergi ke tempat lain yang dekat, seperti Telaga Warna atau Kawah Sikidang.


Keluar dari kompleks monumen... Waktunya adalah Carica.
Setelah keluar dari kompleks candi, kami merasa lapar sedikit, tetapi kami tidak cukup kuat untuk makan banyak. Ini adalah tempat carica masuk ke dalam situasi. Buah yang bentuknya mirip pepaya mini ini hanya tumbuh di Dieng, dan rasanya segar dan unik. Carica, disajikan dingin dalam sirup, membuat lidah nyaman setelah beraktivitas seharian. Anak saya langsung cocok, istri saya tersenyum puas, dan saya pikir ini salah satu diplomasi kuliner terbaik di Dieng. Jika Sikunir adalah sunrise emas, maka carica adalah dessert emas.

Carica adalah buah khas Dieng yang sering dijadikan oleh-oleh. Namun, jika Anda membeli sejumlah besar, Anda harus siap untuk memberi tahu keluarga Anda apa itu carica dan mengapa tidak ada di kota mereka.

Tutup
Dieng adalah cara yang lucu untuk menyatukan pengalaman: dimulai dengan suhu ekstrim, diikuti oleh kawah panas, telaga berwarna-warni, candi sejarah, dan akhirnya carica sebagai penyejukan. satu paket yang mencakup semua yang diperlukan untuk hari yang padat tetapi menyenangkan.
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menolak Tol untuk Mengabadikan Jalur Pantura

  Jalan tol Trans Jawa mirip dengan keputusan akhir dalam sistem hukum. Solusi yang mempercepat semuanya Efektif. bebas babi. Bayangkan saja...