-Ads Here-
Orang yang naik gunung ingin menenangkan diri, bahkan jika mereka bertemu dengan pendaki yang egois yang membawa pengeras suara atau sound system besar. Orang-orang ini ingin melakukan pawai bunyi yang menggembirakan bukan di tempatnya. Semua pendaki setuju bahwa mendaki gunung adalah aktivitas yang menghibur dan menghibur. Ketika badan pelan-pelan ditelan hijaunya hutan di ketinggian, pikiran yang awalnya jenuh dengan utang atau skripsi segera hilang.
Karena itu, tidak semua orang dapat menjadi pendaki gunung. Tapi akhir-akhir ini, kekhusyukan pendakian dikotori oleh orang-orang yang FOMO atau norak. Orang-orang egois ini hanya memikirkan diri mereka sendiri dan membawa sound system tanpa mempertimbangkan orang lain. Seorang teman menanggapi video pendaki norak di salah satu gunung di Jawa yang menjadi viral di Instagram dengan komentar, "Di gunung nggak hanya dia, ada satwa-satwa liar yang hidupannya butuh ketenangan."
Ini juga menunjukkan bahwa pos registrasi yang seharusnya mengecek barang bawaan setiap pendaki tidak melakukannya dengan benar. Jangan biarkan orang-orang seperti ini mengganggu kedamaian gunung.
Pendaki FOMO yang Populer di Media Sosial
Fenomena ini biasanya berasal dari penyakit akut yang dikenal sebagai haus validasi. Bagi pendaki FOMO (Fear of Missing Out), gunung menjadi layar konten dan bukan lagi tempat untuk mencari ketenangan. Mereka pikir mendaki tanpa musik akan terlalu sepi atau tidak menyenangkan. Meskipun demikian, tujuan mendaki adalah untuk tetap dekat dengan alam daripada membawa polusi suara yang tidak menyenangkan ke atas gunung.
Mereka ingin dianggap sebagai penghibur dan ingin terlihat unik di kamera. Namun, pada kenyataannya, mereka hanyalah gangguan egois. Memainkan musik keras di jalur pendakian atau di perkemahan adalah cara yang tidak sopan untuk menggunakan ruang publik.
Sanksi Seumur Hidup Bagi Pendaki Culas yang Mendaki
Pengelola taman nasional dan jalur pendakian harus segera mengambil tindakan. Jangan hanya memberikan teguran lisan yang masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Sanksi administratif, seperti daftar hitam atau daftar hitam seumur hidup, harus diterapkan terhadap pendaki yang terbukti membawa dan menyalakan alat pengeras suara yang mengganggu ekosistem.
Gunung memiliki aturan etika yang belum ditetapkan. Jika prinsip-prinsip dasar seperti menghargai kenyamanan pendaki lain dan menjaga habitat satwa tidak dapat dipenuhi, seseorang tidak layak menginjakkan kaki di ketinggian. Gunung tidak memerlukan pendaki yang hanya dapat mengganggu ketenangan.
Pos Registrasi Harus Aktif, Bukan Menghabiskan Uang
Kita juga harus memperhatikan peran yang dimainkan oleh pos registrasi atau basecamp. Pengecekan barang bawaan seringkali hanyalah formalitas. Petugas terkadang hanya melihat sampah plastik atau senjata tajam, sementara alat elektronik yang dapat mengganggu ketenangan luput dari perhatian mereka.
Teman saya terus berprotes, "Sound system segede itu ya masak nggak kelihatan, apa emang tutup mata?"
Pihak pengelola tidak hanya rajin memungut biaya retribusi tetapi juga harus meningkatkan pengawasan. Polusi suara di puncak dapat dikurangi jika aturan tentang sound system diketatkan sejak di pintu masuk, termasuk penyitaan alat tersebut.
Untuk menghindari dihujat sebagai pendaki bodoh oleh netizen di seluruh Indonesia, kita harus tetap waras sebelum mendaki gunung agar kita dapat membedakan tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sana.
-Ads Here-