-Ads Here-
Salah satu kegiatan Langkah Mengabdi #3 yang diadakan oleh Friendqu Indonesia adalah ekspedisi singkat dan menantang ini. dalam rangka menjalankan salah satu program kerja yang ditetapkan oleh divisi Media & Pariwisata. Saya dan tim saya akhirnya berangkat ke Curug Bodas bersama warga lokal pada hari ketiga kegiatan volunteer di Desa Gelarpawitan, pada tanggal 16 Juli 2025. Kenapa warga setempat harus ikut dalam perjalanan ini? karena mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang medan yang menuju curug Bodas.
Sulit Mendaki Curug Bodas
Untuk mendaki, ini adalah pertama kalinya. Kok perlu mendaki, katanya ke Curug? Karena jalan yang sulit menuju Curug Bodas, banyak hambatan yang harus dilewati, termasuk mendaki, serta hambatan pendek seperti panjat tebing.

Sebanyak 14 orang berkumpul di samping Saung Cahaya pada pukul 8 pagi; ada 8 volunteer dan 6 warga lokal. Sebelum berangkat, dia memulai dengan berdoa dengan khidmat dan yel-yel yang penuh semangat dipimpin oleh Ustadz Wawan Hermawan, seorang tokoh penting di Desa Gelarpawitan, dan tidak lupa untuk mengambil foto bersama sebelum berangkat.
Diawali dengan bismillah, kami mulai perjalanan menuju Curug Bodas dari Saung Cahaya dengan formasi satu banjar yang dipimpin oleh salah satu warga lokal. Sebelum benar-benar memasuki wilayah hutan, dia melewati beberapa rumah warga dan bertemu dengan persawahan dan ladang kosong. Awal memasuki semak-semak hutan masih relatif mudah dan tidak terlalu menanjak. Namun, dalam waktu sekitar lima menit, alam mulai menunjukkan rintangan, mulai dari yang paling sederhana, jalan mendaki yang masih cukup mudah untuk dilalui, kemudian jalan datar dan kembali mendaki yang lebih sulit.
Kami kehilangan jalan setapak ketika kami tiba di tebing. Ini menunjukkan bahwa kami harus menaklukkan tebing ini dengan memanjatnya. Tebing ini mudah ditaklukkan karena warga lokal sudah terbiasa dengannya. Namun, bagi kami yang baru mulai, ini sangat sulit. Kami mendaki tebing satu per satu dengan penuh kehati-hatian setelah penduduk setempat yang menjadi navigator kami dengan sigap mengeluarkan alat bantu berupa tali webbing yang diikat ke pohon yang sudah dipastikan kuat untuk menahan beban.
Kami semua akhirnya sampai di atas tebing dalam waktu sepuluh menit. Selain itu, kami masih menemukan banyak turunan selama perjalanan kami. Kami melewati beberapa turunan dan menemukan aliran air yang sangat kecil. Artinya, kita akan menemukan air terjun jika kita mengikuti aliran tersebut. Itu adalah tanda bahwa air terjun sudah dekat.
Kami harus berjalan dengan sangat hati-hati saat mengikuti aliran air. Ada jurang di sebelah kiri dan aliran air di sebelah kanan jalan tapak kecil dan licin. Selain itu, dinding tebing yang menutupi jalan terlihat mengeluarkan bebatuan. Setelah lima menit melewati jalan setapak yang begitu kecil dan menantang ini, kami akhirnya mendengar suara gemericik air terjun. Kami akhirnya tiba di surga tersembunyi di balik Desa Gelarpawitan. Ketika kami menyaksikan keindahan air terjun ini, semua kelelahan kami terbayarkan. Perjalanan dari Saung Cahaya ke Curug Bodas ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu jam.
Keindahan dan Daya Tarik Curug Bodas
Akhirnya, melihat air terjun yang indah di Curug Bodas mengurangi kelelahan kami. Karena aksesnya yang agak sulit dan kurangnya promosi di media sosial, air terjun tersembunyi masih jarang dikunjungi. Curug Bodas memiliki ciri bahwa tebing air terjunnya dipenuhi oleh bebatuan yang membentuk tebingnya sendiri, serta banyak bebatuan berbentuk unik di bawah air terjun.
Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan, kami merasa senang melihat air terjun yang begitu indah. Kami menikmati air terjun ini dengan bersantai di dekatnya sambil menikmati minuman yang kami bawa. Kami dengan senang hati mengabadikan momen ini dengan foto bersama, foto sendiri, dan rekaman video untuk digunakan dalam konten yang akan datang.
Setelah menghabiskan waktu bersama dan menikmati keindahan air terjun ini, kami berkumpul kembali dan melakukan doa bersama sebelum kembali ke Saung Cahaya. Perjalanan pulang kami agak berbeda dari yang berangkat karena melewati jalan yang berbeda dan lebih mudah. Perjalanan pulang benar-benar lebih sederhana. Namun, beberapa turunan membutuhkan tali tambahan. Kami akhirnya tiba di Saung Cahaya pada pukul 12.00
Ekspedisi kali ini ke Curug Bodas di Desa Gelarpawitan adalah sebuah perjalanan petualangan yang menggabungkan rasa terima kasih kepada alam dan petualangan. Perjalanan ini menunjukkan bahwa alam yang indah sering kali tersembunyi di balik medan yang menantang. Sebaliknya, tujuan sebenarnya dari ekspedisi ke Curug Bodas adalah untuk memberi tahu masyarakat umum tentang Wisata Alam Cianjur yang masih disembunyikan. Kami akan mencatat perjalanan kami dan membagikan foto-foto indah Curug Bodas di media sosial.
Anda tertarik untuk menaklukkan tebing dan merasakan udara segar dari Curug Bodas secara pribadi? Segera rencanakan perjalanan ke Desa Gelarpawitan! Agar perjalanan Anda lebih aman dan menyenangkan, pastikan untuk mendapatkan dukungan dari profesional lokal.
-Ads Here-