
Saya memiliki rencana untuk pulang ke Lampung untuk menghadiri pernikahan teman kecil saya hari ini. Karena saya harus meninggalkan tiga anak, itu sangat sulit. Saya beruntung bahwa ayahnya bersedia menjaga anak-anak saya, meskipun saya harus segera pulang setelah acara. Karena aku sendirian.
*Ah, akhirnya saya bisa melakukan perjalanan jarak jauh sendirian lagi, seperti saat saya masih muda.
Saya memilih untuk menggunakan kereta api ke bandara. karena pesawat yang akan saya naik menuju Lampung akan berangkat pada pukul 11.30 WIB.
Ini adalah pertama kalinya saya menggunakan kereta bandara. Untuk menghindari kesalahan, saya pergi lebih awal dan mengambil kereta yang berangkat pukul 09:30, setelah membuat tiket dari jauh hari. Harga tiket adalah Rp. 80.000, yang merupakan harga yang lebih rendah daripada harus naik taksi dari Depok ke Bandara Soeta.
Pukul 07.30 pagi, dia berangkat dari rumahnya di Depok dengan diantar oleh pasangannya dan tiga anaknya, yang mengetahui bahwa ibunya hanya pergi untuk pesta. Tidak tahu bahwa ibunya kembali ke kampung halaman untuk "mudik".
Sambil mencium pipi masing-masing anak-anak, saya salim tangan saya dan suami saya. Nala juga terlihat menangis, dan Nathan juga terlihat menangis. Saya terus maju, menahan rasa sakit. Saya berharap dapat kembali ke Depok pada hari Senin.



Perjalanan dari Stasiun Depok ke Stasiun Manggarai
Dari Stasiun Depok ke Stasiun Manggarai membutuhkan waktu hampir tiga puluh menit. Setelah tiba, saya menanyakan letak kereta bandara kepada petugas. Sejenak aku melihat denah lokasi di Stasiun Manggarai. Kemudian saya menanyakan kepada petugas yang lewat, dan saat itu ada Mas Cleaning Service. Saya diarahkan ke bawah, katanya, dan nanti akan ada petunjuk lagi.
Saya menuruni tangga. Setelah melihat tulisan KA Bandara, saya mengikuti arahan yang dia berikan. Di tengahnya ada penunjuk arah keamanan. Saya pertama kali mengklik kartu e-money.
Kemudian saya bertanya kepada petugas apakah tiketnya sudah dimiliki. Tiket sudah saya miliki beberapa hari sebelumnya. Petugas kemudian menyatakan bahwa Anda harus menunggu, karena Anda baru bisa masuk nanti jam 09 Pukul 09.20, penumpang diizinkan untuk turun ke kereta Basuta (Bandara Soekarno Hatta).
Tidak ada nomor seat khusus yang diberikan kepada penumpang yang masuk. Ditulis sebagai tempat duduk gratis. atau pilih kursi mana pun yang ada. Kursi dapat menghadap ke depan atau ke belakang. Pilihan pertama saya adalah kursi yang menghadap ke depan. Saat kereta mulai berjalan pukul 09.31, saya merasa seperti saya sedang mundur.
Namun, suaminya diberitahu melalui chat bahwa kursinya harus dipilih ke arah sebaliknya agar tidak pusing. Aku mencari kursi yang berbeda untuk kereta api sehingga aku tidak pusing saat kereta jalan.
Sebuah kereta api memiliki suasana yang nyaman, bersih, dan luas. Jadi, jika kita ingin meluruskan kaki, kita harus merasa nyaman. Anda juga dapat meletakkan barang bawaan Anda di sisi depan, jika ada.
Sebuah perjalanan 45 menit dari Stasiun Manggarai ke Bandara Soekarno Hata. Stasiun KRL Manggarai, Kota BNI (Sudirman), Duri, Rawa Buaya, dan Batu Ceper adalah tempat yang dapat digunakan untuk naik kereta bandara. Untuk mengisi waktu luang saya, saya melihat ke luar jendela dan menonton film terbaru yang dirilis oleh Netflix, "Snapping Light."
Saya tiba di pemberhentian Bandara Ka. Sudah mencapai wilayah Soekarno Hatta. Saya menggunakan barcode tiket sekali lagi. Kemudian ulangi pertanyaan keamanan untuk arahan Terminal 2. Saya akan menggunakan Skytrain atau Kalayang. Selain itu, menaiki Kalayang adalah pengalaman pertama saya.
Untuk arahan Ka Layangnya, saya meminta bantuan keamanan. Kereta datang berulang kali. Meskipun demikian, tampaknya tiap kereta tujuannya hanya satu. Kereta datang dalam waktu sepuluh menit. kereta layang berikutnya yang akan membawa saya ke terminal 2E. Penerbangan saya hari ini.
Aku dapat langsung menuju gate pesawat karena saya sudah melakukan check-in online dan tidak memiliki barang di bagasi. Saya dapat mengakses arahan petunjuk untuk gate pesawat melalui layar yang ada di Bandara Soekarno Hatta.
Setelah 7 tahun, siap untuk melakukan perjalanan pertama sendiri. Mengawasi anak lari-larian sambil tidak sibuk mengawasi perintilan mereka Saya berterima kasih atas perjalanan ini karena memberi saya waktu yang menyenangkan.
Adik dan kakak saya sudah menunggu saya saat saya tiba di Bandara Raden Intan. Saya segera menuju lokasi calon pengantin untuk mengambil foto terakhir saya sebelum menjadi istri orang. Selamat memulai hidup baru Anda, Ismi. Semoga akad dan resepsi pernikahan besok berjalan lancar.
Perjalanan hari ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga melelahkan. Disebabkan oleh keramaian yang sangat besar saat keluar dari bandara, ditambah cuaca yang sangat panas. Namun, itu patut disyukuri karena perjalanan jarak jauh dianggap nyaman dan lancar tanpa hambatan. Terima kasih.
Pernahkah Anda menggunakan transportasi kereta api dari bandara? Bagaimana menurut Anda? Komentar di kolom komentar. Semoga pembaca yang ingin mencoba naik kereta bandara seperti saya mendapatkan manfaat dari tulisan ini.
-Ads Here-