Cari Blog Ini

Halaman

Sabtu, 28 Februari 2026

Wisata Mobil, Mengunjungi Pantai Selatan Jawa Barat

 


Liburan belum berakhir. Liburan tidak berhenti. Anak bungsu mengajukan pertanyaan karena melihat video touring motor di YouTube. "Abah, beranikah Anda melakukan perjalanan motor ke pantai?"

Tantangan itu tidak dianggap sebagai masalah yang serius. Namun, si bungsu terus bertanya pertanyaan yang sama. Sepertinya si bungsu tetap ingin berlibur. Meskipun demikian, sekolah akan mulai kembali beroperasi pada minggu ke-2 Januari minggu berikutnya. Kesepakatan bersejarah akhirnya terjadi malam sebelum keberangkatan perjalanan. Touring motor akhirnya terjadi. Si sulung menyaksikan kesepakatan. dan direstui oleh ibu si bungsu, Ambu.

Restu yang diberikan oleh si Ambu ini sangat penting karena berkaitan dengan posisinya sebagai menteri keuangan rumah tangga. Barang liburan dengan touring motor habis dalam sekejap mata. Namun, tidak tercantum dalam anggaan pendapatan belanja rumah tangga (APBRT). Touring dengan motor dapat menghemat uang untuk liburan. Hanya perlu membeli bensin pertalite, minum, mengunjungi tempat wisata di pantai, dan menginap di penginapan. Dia pergi ke Pantai Rancabuaya, yang terletak di pesisir selatan Kabupaten Garut.

Untungnya, sepeda motor yang disebut "Si Ngora" sudah diservis rutin ke bengkel langganan seminggu sebelumnya. Semua komponen motor berfungsi dengan baik, termasuk rem depan dan belakang. Lampu depan motor bersinar. Mesin tampak lancar. Malam itu, kami membawa semua yang diperlukan. Dia berencana untuk menginap satu malam di Pantai Rancabuaya. Mereka hanya membawa pakaian tidur, baju renang, dan pakaian ganti. Semua pakaian disimpan dalam tas kecil. Jangan lupa membawa jas hujan.

Perjalanan Cidaun
Perjalanan dimulai di Bandung dan melewati Soreang, ibu kota Kabupaten Bandung, dan Ciwidey. Selanjutnya, perjalanan menuju Naringgul dan Cidaun, yang terletak di bagian selatan Kabupaten Cianjur. Dari Cidaun ke Pantai Rancabuaya. Sekitar pukul 7 pagi saya berangkat dari rumah. Si Bungsu duduk di boncengan, memegang tangannya erat di pinggangnya. Setelah tiba di Soreang, berhenti untuk membeli minuman dan makanan ringan untuk bekal perjalanan. Perjalanan dari rumah ke Soreang memakan waktu sekitar tiga puluh menit. Sangat cerah. Langit tertutup. Ada awan tipis putih yang terlihat.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Ciwidey, yang merupakan lokasi wisata alam alternatif bagi mereka yang mengunjungi Lembang. Kawah Putih di Gunung Patuha, Situ Patenggang, perkebunan teh, dan bumi perkemahan Ranca Upas adalah tempat wisata alam terkenal di Ciwidey. Selama tahun baru dan liburan, lalu lintas menuju Ciwidey sangat padat, termasuk bus-bus besar. Mayoritas orang akan berlibur ke tempat wisata. Betapa beruntungnya, di pagi hari sebelum macet.



Sebelum memasuki kawasan perkebunan teh, tangki bahan bakar motor di SPBU terakhir penuh. Lalu lintasnya sangat mulus. Aspalnya tidak bergelombang dan tebal. Namun, jalannya tidak lebar sehingga hanya dua mobil yang dapat melewatinya. Selama perjalanan, Anda dapat melihat hamparan perkebunan teh yang menghijau di sekitar Anda. Pohon-pohon di hutan. Ladang pertanian dan kebun. Selain itu, perkampungan penduduk yang memiliki rumah yang terbuat dari kayu dan dinding bambu.

Kadang-kadang, kabut tipis menghalangi pandangan. Udara menjadi dingin saat motor melaju. Kulit di pipi saya membeku. Namun, kesejukan udara ini sangat menghibur. Setelah perkebunan teh, jalan mulai menurun. Saat memasuki wilayah hutan di Naringgul, pemandangan mulai berubah. Jalan tidak rata. Motor melambat. Hati-hati. Namun, jalan-jalan mulai sepi. Tidak banyak kendaraan yang berpapasan.


Kemerosotan terus terjadi. jalan dengan kemiringan 30-45 derajat. Sepeda motor dan mobil meraung-raung mendaki jalanan yang menanjak terjal dari arah berlawanan. Ada beberapa mobil dan motor yang mogok. Tidak kuat untuk mendaki. Pemandangan berikutnya adalah sawah yang tersusun rapi yang indah. Banyak sawah di kiri dan kanan jalan. Beberapa sawah masih menghijau, tetapi yang lain mulai menguning.



Daerah yang kita lalui sekarang disebut Balegede. Satu-satunya hal yang akan Anda temui selama perjalanan adalah sawah-sawah dan pemukiman penduduk. Selama perjalanan, Anda sering melihat jembatan di bawah aliran sungai yang jernih. Bukit-bukit yang mendominasi wilayah geografis ini memberikan air kepada sungai-sungai ini. Dalam kebanyakan kasus, bukit-bukit itu memiliki hutan yang mengalirkan air, yang sebagian jatuh menjadi air terjun kecil. Sebagian airnya mengalir ke sungai.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Kami berhenti untuk makan siang lebih awal sebelum tiba di Cidaun. Saya merasa lapar. Mengkonsumsi sate ayam dan nasi pulen sudah cukup untuk mengembalikan energi. Setelah 30 menit, motor mulai bergerak. Kami akhirnya sampai di Cidaun, yang merupakan kecamatan paling selatan di Cianjur dan terletak di pesisir pantai. Sekali lagi, tangki bahan bakar motor penuh dengan pertalite. Kami tiba di Pantai Rancabuaya dalam sepuluh menit dari Cidaun.


Touring motor ke Pantai Rancabuaya sekitar 115 km dari Bandung dan memakan waktu 3 jam 30 menit. Kami menginap semalam di penginapan sederhana di pantai ini. Penginapannya terletak di Pantai Cidora, hanya lima menit jalan kaki dari Pantai Rancabuaya.




Wisata ke Pantai Batukaras
Kami seharusnya kembali ke Bandung keesokan harinya. Tetapi ternyata ada ide yang berbeda. Kami akan melanjutkan perjalanan dengan mobil kami yang akan melintasi pantai selatan Jawa Barat, mulai dari pesisir Garut, Tasik, Ciamis, hingga Pangandaran. Diputuskan lagi bahwa Pantai Batukaras adalah tujuan akhir. sebuah pantai berteluk yang indah, sempurna untuk peselancar. Pantai ini lebih alami dan tidak terlalu ramai dibandingkan Pantai Pangandaran. Sekitar 150 kilometer jauhnya dari Pantai Batukaras, yang terletak di Kabupaten Pangandaran. Kami meninggalkan penginapan pukul 9:00 pagi. Setelah beristirahat selama perjalanan, kami tiba di Pantai Batukaras pada jam 14 siang.

Di sebelah kanan kita adalah lautan saat kita berjalan menuju pesisir selatan. Lautan selatan luas. Dia memiliki warna biru keputihan. Di sebelah kanan jalan juga ada perkampungan nelayan, kebun, ladang, sawah, dan tentu saja pantai.


Kami menemukan hal yang sama di sebelah kanan jalan dan di sebelah kiri jalan. Itu berbeda karena tidak ada pantai. Sebaliknya, bukit-bukit. Kami juga melewati hutan di sekitar bukit itu. Hutan ini bukan hutan biasa. Hampir semua hutan dihuni oleh pohon sejenis seperti pohon jati dan pohon karet.




Jalan di pesisir selatan lebar dan mulus. Mobil kecil dan motor adalah yang paling populer di antara banyak kendaraan yang lewat. Banyak truk ukuran sedang dan kecil yang lewat untuk mengangkut barang. Bus jarang lewat. Satu-satunya bus yang beroperasi dari kota kecamatan Sindangbarang di pesisir Cianjur menuju Pangandaran adalah Damri. Jalannya melewati banyak jembatan dan memiliki banyak tanjakan dan turunan. Banyak sungai di daerah pesisir pantai selatan bermuara ke laut selatan, seperti Sungai Citanduy dan Sungai Cijulang. Jadi, banyak jembatan baru dibangun di atas sungai di sepanjang pantai selatan. Jembatan yang kokoh terbuat dari baja tebal dan kuat.


Kami telah melewati Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran. Di Garut, Cikelet dan Pameungpeuk adalah kota-kota kecil setingkat kecamatan yang kami lewati. Kami melewati banyak pantai terkenal di sekitar kota-kota itu, seperti Pantai Puncak Guha, Pantai Santolo, Pantai Cilauteureun, dan Pantai Sayang Heulang. Selain itu, selama kami berada di Garut, kami melewati sebagian dari hutan Sancang, yang dikenal karena legenda Maung Lodaya. Namun, hutan Sancang yang kami lewati bukan lagi hutan yang lebat karena lahan ini dijarah selama reformasi 1998-1999. Banteng Sancang, yang dulunya tinggal di hutan ini, telah punah. Saya sangat menghargai.


Selama perjalanan melalui hutan Sancang ini, pepohonan menghiasi kiri dan kanan jalan. Tidak banyak kendaraan yang lewat. Kami segera masuk ke kawasan perkebunan karet Miramare, untungnya. Kami istirahat sebentar untuk minum air putih dan berolahraga setelah kami menemukan rumah penduduk di pinggir jalan.
Kami melewati kota Cipatujah saat kami tiba di Kabupatern Tasikmalaya. Kami melewati pantai-pantai seperti Karang Tawulan, Pamayangsari, Sindangkerta, dan Cipatujah. Di sepanjang pantai juga ada pelabuhan nelayan tradisional dan tempat pelelangan ikan. Selain itu, ada banyak tempat makan untuk wisatawan yang datang ke pantai.


Kami melewati kota Cimerak saat kami menuju pesisir selatan Kabupaten Ciamis. Kami tidak melewati banyak pantai. Pantai Cikaracak dan Pantai Ciparanti adalah dua pantai yang dilewati. Pada akhirnya, kami tiba di Kabupaten Panngadaran, yang didirikan dari kabupaten induknya, Ciamis, pada tahun 2012.
Kami memasuki wilayah Pantai Madasari setelah melewatinya. Setelah jalan alternatif dibangun pada tahun 2023, kami dapat langsung menuju Pantai Batukaras dari pantai ini. Dengan demikian, tiket masuk seharga Rp 15.000 per orang sudah mencakup biaya untuk dua destinasi wisata pantai, Batukaras dan Madasari.

Kami menginap di Pantai Batukaras selama dua malam karena pantai itu terlalu lama untuk dinikmati. Setiap tahun, kami sekeluarga pergi ke Pantai Batukaras sebagai tempat liburan favorit kami. Seperti yang saya katakan dalam artikel saya sebelumnya di Kompasina berjudul "Pantai Batukaras, Sejenak Menyepi di Bali-nya Jawa Barat", ada banyak hal yang dapat dilakukan saat berlibur di Batukaras.

Pulang ke Bandung
Pulang ke Bandung, kami menggunakan jalur tengah jalan nasional, yang biasa digunakan oleh orang-orang dan wisatawan setiap hari. Dimulai dari Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, lalu melewati Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut sebelum melewati jalur Nagreg hingga akhirnya sampai di Kota Bandung.

Kami merasa lega dan lelah setelah pulang dengan selamat. Namun, perjalanan jauh dengan touring sepeda motor adalah pengalaman yang sangat berharga. Kami belajar kesabaran, ketabahan, kehati-hatian, dan keteguhan selama liburan.

































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wisata Mobil, Mengunjungi Pantai Selatan Jawa Barat

  Liburan belum berakhir. Liburan tidak berhenti. Anak bungsu mengajukan pertanyaan karena melihat video touring motor di YouTube. "Aba...