Cari Blog Ini

Halaman

Rabu, 21 Januari 2026

Mengikuti Perjalanan Orang-Orang Kota di Purwakarta selama Satu Hari yang Penuh Kisah

 


Jujur saja, saya tahu bahwa Purwakarta memiliki diorama, air mancur, dan sate maranggi yang sangat terkenal. Sengaja pergi ke sana untuk makan sate maranggi, es ciming, dan mampir ke cafe kebon jati pada tahun 2024. Satu hari perjalanan tiba-tiba terjadi bersama teman jalan-jalan. Saya harus mengakui bahwa pengetahuan saya tentang Purwakarta sangat terbatas dan terbatas. Hidup saya sangat baik dan penuh keberuntungan, jadi saya kembali ke Purwakarta. Pada hari Sabtu, 17 Januari 2026, sepuluh teman terpilih dari Kompasiana mengikuti perjalanan alam bersama warga Kota. Tujuan kali ini adalah mengunjungi wisata alam Purwakarta. Ini pasti pengalaman pertama Anda, jadi Anda akan menikmati setiap saat dan memiliki lebih banyak alasan untuk liburan.

Dari Walahar Railway ke Purwakarta
Saya pergi ke stasiun Bogor dengan cepat di pagi buta dan transit di Manggarai. Saat ada masalah, sendal gunung sebelah kanan copot. Meskipun efek sudah lama tidak digunakan, saya bersyukur dapat mengunjungi mba Hida, rekan kerja saya, di stasiun Cikarang untuk mendapatkan lem. Terima kasih, ini adalah kompasianer yang luar biasa. Perjalanan menuju Cikarang tampaknya berjalan lancar. Saya hanya perlu pergi ke peron tiga di stasiun Manggarai sebelum naik KRL ke stasiun Cikarang. Setelah tiba di Cikarang masih agak pagi, saya menunggu teman-teman saya datang dan naik kereta api Walahar. Biaya empat ribu rupiah sangat wajar, Ka Walahar. Itu sudah siap untuk dikirim ke Purwakarta.

Sepanjang jalan, ada pemandangan alam yang luar biasa indah dan menyegarkan, dan percakapan dengan teman sejalan selalu berkesan dan menyenangkan. banyak candaan, membuat orang tertawa, berbagi bekal makanan, dan hal lainnya. Kami dijemput dengan mobil Hiace dari stasiun Purwakarta. Tetap nyaman, santai, dan nikmati perjalanan. Meskipun mendung dan gerimis membasahi tanah, pemandangan di Purwakarta menuju lokasi pertama tetap indah.

Berfoto di Taman Purwakarta dan bertemu dengan Pak Kabid Pariwisata

Itu benar-benar unik untuk acara kali ini. Kepala Bidang Pariwisata, Bapak Dodi Samsul Bahri, menyambut kami para kompasianer dengan baik. Kami juga diajak berfoto bersama di area Alun-alun Purwakarta. 


Bapak Kabid Pariwisata, kami diminta untuk mengeksplorasi dan menikmati semua kesempatan wisata Sabtu.
Saat saya tiba di Purwakarta, saya menemukan bahwa penduduknya sangat ramah dan ramah. Selain itu, ada banyak tempat makan di depan stasiun, jadi Anda tidak perlu khawatir jika Anda lapar.

Menggunakan Tubing untuk Menyusuri Arus Sungai Ngaprak
Akhirnya, saya memiliki kesempatan untuk mengikuti arus dengan ban hitam besar setelah bertahun-tahun. Saya benar-benar merasa gugup karena saya sudah lama tidak merasakan sensasi adrenalin seperti ini. Namun, saya sangat mengagumi tim Ngaprak River yang sangat profesional. Kami dibawa ke lokasi dengan mobil bak. 
Kami, sepuluh orang. Diberikan instruksi tentang penggunaan rompi pengalaman dan helm. Tujuannya adalah untuk melindungi semua orang yang berpartisipasi saat melakukan tubing di sungai.

Setelah itu, instruksi tentang cara duduk, posisi duduk di atas ban, dan peletakan tangan diberikan. Setelah instruksi dan contoh langsung Kami segera menuju titik utama susur sungur. Tahukah Anda? Sepanjang jalan, Anda dapat melihat pemandangan yang indah dari sawah yang penuh dengan padi yang masih hijau. Kemudian ada kebun cabai dan beberapa petani mengolah tanah. pemandangan premium, karena tidak sering saya melihat jenis pemandangan ini. Selain itu, suara air sungai yang menyegarkan. Saatnya tiba untuk menyusur sungai dengan ban hitam. Satu persatu dari tim Ngaprak River sudah bergegas ke tempatnya, dan kami semua menaiki ban hitam, menandakan kami siap menyusuri sungai. atau dikenal sebagai tubing sungai.


Mengapung di sungai dengan ban adalah atraksi wisata. Saya merasa takut saat saya akan bersiap. Namun, guru kami mengingatkan kita untuk "relax saja, ya, jangan takut." Frase "Ikuti arus dan jangan tegang" membuat saya lebih santai. Dengan ban hitam besar, meluncur di sungai. Ternyata menyenangkan dan meningkatkan adrenalin. Saya teriak beberapa kali saat melihat air mengalir dengan cukup banyak dan ada undakan yang menyerupai air terjun.River tubing, merupakan aktivitas wisata mengapung di sungai dengan menggunakan ban. Ketika saya akan bersiap, rasanya agak grogi lho. Tetapi, instruktur kami mengingatkan buat "relax saja ya, jangan takut. Ikuti arus & jangan tegang" kalimat itu bikin saya lebih tenang. 

Meluncur diatas air sungai dengan ban hitam besar. Ternyata seru, memacu adrenalin banget. Beberapa kali saya teriak saat menemui air dengan debit lumayan dan ada undakan macam air terjun.   Untungnya, selama tiga puluh menit susur sungai dengan ban, saya tidak pernah jatuh atau terlepas dari ban. Sukses dan lancar, sangat menyenangkan. Luka atau cedera tidak ada. Beneran selamat, dan tim Ngaprak River sudah berjaga di tempat-tempat yang rawan.

Mereka siaga, dan tim dokumentasi siap. Kebetulan, saya tidak membawa dompet atau HP saat melakukan river tubing. Pakaian tidak boleh basah dan bawa pakaian ganti.


Memang, momen tubing sungai ini sangat berkesan. "Mantep, seru banget," kata beberapa teman dekat. Setuju, itu sangat menghibur.

Takjub dengan Ide-ide Kreatif untuk Kampung Wisata Parakanceuri yang Menawan
Kegiatan pertama harus diselesaikan. Kami melanjutkan perjalanan kami ke Kampung Wisata Parakanceuri, yang terletak di Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41175, setelah kami mengubah pakaian kami. Mengendarai mobil mengambil waktu sekitar empat puluh menitan dari lokasi tubing sungai. Jalan raya tampaknya sangat lancar. Pada awalnya, hujan sesekali jatuh, tetapi sekarang mulai lebih kuat. Saat kami tiba di area kampung wisata Parakanceuri, kami disambut dengan hujan yang agak deras. Namun, itu tidak menghentikan keinginan untuk mengeksplorasi. Kondisi cuaca bukanlah penghalang bagi keinginan kami untuk berpetualang.

Sebelum aktivitas berlanjut, kami diberikan makan siang yang terdiri dari nasi liwet, sambal, berbagai jenis lalapan, dan beberapa lauk. Kami semua berderet, saling berhadapan, saat makan dengan daun pisang. dilengkapi dengan aroma teh hangat yang masih mengepul ke udara yang panas.Makan siang yang sangat menyenangkan. Saya sangat menyukai lalapan terong hijau dan mentimun. Dengan ikan asin, selera menjadi lebih besar.

Setelah makan cukup, istirahat sejenak. Kami melanjutkan untuk bertemu dengan Bapak Agus, orang yang menginspirasi untuk mendirikan kampung wisata. Parakanceuri adalah nama kampung wisata yang berasal dari kata "parakan", yang berasal dari kata "marak", yang berarti "menangkap ikan di sungai dengan tangan kosong menggunakan tumpukan batu atau parit. Namanya berasal dari pohon Ceuri, yang digunakan untuk menangkap ikan. Begitulah cerita Pak Agus.

Tidak hanya itu. Mulai Pembentukan Kampung Wisata
Kampung ini memulai kepedulian lingkungan melalui berbagai inisiatif masyarakat, seperti perlombaan Buruan Geulis, atau "halaman cantik". serta perlombaan gapura yang dihiasi. Pada tanggal 23 Juli 2023, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melihat inisiatif tersebut dan mengusulkan program Ecovillage nasional untuk diterapkan di seluruh Indonesia. Selama pelaksanaannya, setiap desa diberi identitas ecovillage. Kampung tersebut dikenal sebagai Ecovillage Jagat Resik dan juga ditetapkan sebagai Kampung Bersih.

Hingga saat ini, kegiatan bersama DLH masih berlangsung. Trekking dan susur sungai adalah salah satu kegiatan yang menjadi ciri khas ecovillage dan menunjukkan keberlanjutannya. Mereka juga memberi pengunjung kesempatan untuk belajar tentang lingkungan.


Para wisatawan juga dapat melakukan berbagai hal, seperti tandur padi (tanam mundur), menapi padi yang sudah dipanen, menjemur, dan nutu padi. Wisata literasi juga terkait dengan proses padi dari nol sampai beras. hingga aktivitas jalan-jalan. Wisatawan biasanya memberikan ulasan positif dan bahkan ingin kembali. Mendekati alam dan memahami berbagai proses Mereka juga dapat belajar tentang UMKM. menghasilkan makanan dan minuman khas seperti rambut nenek dan teh telang.


Oh iya, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh khas yang dibuat oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kota wisata ini. rambut nenek, teh telang, dan berbagai makanan ringan lainnya. Kampung Wisata Parakanceuri terlihat seperti paket yang lengkap. Bukan hanya rekreasi, tetapi juga manfaat pendidikan. Saya juga betah, terutama karena ada homestay di sini. Wisatawan asing dan anak sekolah adalah mayoritas tamu.
Lanjutkan Ngopi dengan Kopi Poesaka.

Setelah menikmati semua keindahan kampung wisata Parakanceuri, Kami kemudian dibawa ke kopi Poesaka. Pencinta kopi harus hadir. Kopi mereka dibuat dari biji kopi yang mereka pilih sendiri. bahkan telah menerima banyak penghargaan sebelum ini.


Faktanya, kopi yang saya dan teman-teman saya icip adalah kopi arabica yang ditanam di ketinggian 900 MDPL. Apa rasanya? Arabica biasanya asam dan aromatik. Saya juga dapat melihat biji kopi yang belum diproses dan setengah jadi sebelum mereka siap untuk diroasting. Selain itu, kami melihat proses pembuatan kopi menggunakan teknik V60 ini dan kemudian melihat langsung icip kopi yang masih hangat.


Gimana? Pengalaman pertama itu luar biasa, bukan? Oleh karena itu, Anda memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang Purwakarta dan mengetahui bahwa ada wisata alam yang menakjubkan. Bukan sekadar wisata, tetapi lebih dekat dengan alam dan orang-orangnya. Jika ditanya, saya akan dengan senang hati menikmati kopi Poesaka dan melanjutkan perjalanan ke kampung wisata Parakanceuri dengan tubing sungai.

Ya, teman kompasianer juga harus mengatur waktu dan merencanakan liburan ke Purwakarta. Jangan lupa untuk membeli oleh-oleh. Wisata domestik yang lebih baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Terima kasih atas kesediaan Anda untuk membaca artikel perjalanan jelajah wisata alam Purwakarta, teman kompasianer. Jangan ragu untuk menantikan artikel menarik lainnya.















































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menolak Tol untuk Mengabadikan Jalur Pantura

  Jalan tol Trans Jawa mirip dengan keputusan akhir dalam sistem hukum. Solusi yang mempercepat semuanya Efektif. bebas babi. Bayangkan saja...