Gedung Juang, yang berdiri sejak tahun 1906, telah beralih fungsi beberapa kali. Mula-mula adalah Gedung Pemerintahan Belanda, kemudian diambil oleh Jepang, sebelum akhirnya direbut oleh penduduk Bekasi. Gedung Juang akhirnya diubah menjadi Museum Digital pada 19 Maret 2021 setelah terbengkalai cukup lama. Museum ini adalah yang pertama di Bekasi yang berfokus pada teknologi digital dan modern. Sebenarnya, tidak ada alasan khusus mengapa pemerintah melakukan penataan kembali Gedung Juang. Gedung Juang mengandung banyak sejarah, jadi akan menjadi salah satu ikon kebanggaan warga Bekasi dan tempat untuk mengingat sejarah perjuangan warga Bekasi untuk kemerdekaan Indonesia.
Dalam era digital, perubahan terjadi dengan cepat. Proses pengalihan informasi dari format analog ke format digital menggunakan teknologi digital, yang memungkinkan perolehan dan transmisi informasi melalui peralatan dan jaringan internet. Banyak informasi menarik tentang perjuangan rakyat Indonesia tersedia secara digital untuk pengunjung. Mulai dari profil Bupati Bekasi setiap periodenya hingga bukti perjuangan rakyat Bekasi melawan penjajah, serta diorama yang menggambarkan situasi nyata dari konteks sejarah, peristiwa alam, dan kondisi kota untuk pendidikan dan seni.
Gedung Juang, yang merupakan bagian dari paket wisata promosi Kabupaten Bekasi, dapat menarik wisatawan dalam dan luar negeri. Gedung juang juga dapat digunakan sebagai tempat berkumpul bagi para penggiat seni dan budaya. Dibuka setiap hari selasa hingga minggu, dan masuk masih gratis bagi mereka yang telah menerima vaksinasi atau memiliki aplikasi peduli lindungi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar